Tips Menghindari Emiten Ekuitas Negatif

Tips Menghindari Emiten Ekuitas Negatifutavoice.id – Ekuitas negatif kemungkinan akan terjadi pada emiten. Bahkan BUMN pun bisa merasakannya, yang paling terkenal tentu saja saham GIAA atau PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Bagi investor, rekomendasi kami adalah menjauh dari emiten tersebut.

Masalahnya adalah kita sering tidak mengerti bahwa emiten tersebut memiliki ekuitas yang hampir buruk. Apalagi jika kita hanya berdasarkan analisis khusus. Jadi terkadang sulit untuk belajar lebih lanjut. Untuk itulah kami memberikan tips.

Bahaya Ekuitas Negatif

Bagi Anda yang tidak memiliki ide foggiest, ekuitas negatif adalah keadaan di mana kewajiban pasti lebih dari aset. Sedangkan aset adalah sumber daya yang memiliki nilai finansial yang dikendalikan oleh organisasi dan akan memberikan manfaat mulai dari sekarang.

Sederhananya, ekuitas negatif adalah ketika kewajiban jauh lebih menonjol daripada aset lengkap yang kita miliki. Entah biayanya sebagai uang tunai, atau properti yang bernilai uang tunai. Jika kita mengalami hal ini, hidup akan penuh dengan kebingungan. Meskipun setiap aset dibelanjakan, mereka masih memiliki hutang.

Bagi investor ini memiliki ekor yang panjang. Artinya, biaya persediaan selalu turun tajam. Jadi layak untuk dipertimbangkan. Anda harus yakin akan kehilangan yang sangat besar. Inilah alasan mengapa kita harus menjauhinya. Bahkan risiko terbesarnya adalah saham tersebut ditangguhkan.

Misalnya, saham SQMI, dari harga di tahun 300-an, kemudian turun drastis menjadi gocap. Saham Garuda Indonesia ditangguhkan. Begitu juga saham dengan ekuitas negatif lainnya. Anda hanya korban.

Alarm Emiten Ekuitas Negatif

Sebenarnya di aplikasi seperti Stockbit, ada dokumentasi khusus untuk emiten yang memiliki ekuitas negatif. Ada tanda seru berwarna merah, ketika diklik akan muncul deskripsi absolut. Begitu juga dengan informasi dari aplikasi lain.

See also  Kumpulan Link Xnxubd 2019 Nvidia Video Japanese Apk Free Full Version

Tapi biasanya, ada beberapa tanda bagaimana penerbit akan diklasifikasikan sebagai berbahaya. Yang pertama adalah besarnya tanggung jawab. Jika Anda mengamati emiten dengan DER tinggi maka menjauhlah darinya. Model di atas 3. Ini sudah sangat tinggi.

Meskipun ekuitas saat itu positif, jika Anda memiliki kewajiban dengan nilai tiga kali lipat ekuitas Anda, Anda harus berhati-hati. Lebih baik jual saja sahamnya. Situasi ini merupakan cut loss yang direkomendasikan.

Kedua, pertimbangkan perbedaan antara pengembangan laba dan kewajiban. Biasanya emiten dengan ekuitas negatif memiliki tanda-tanda di mana kewajibannya berkembang tetapi keuntungannya selalu minus, atau mengalami kerugian. Ini juga berbahaya.

Rekomendasi kami, jika Anda mengamati hal seperti itu, lebih baik menjualnya. Karena dengan kata lain, operasi sehari-hari didukung oleh kewajiban yang berkembang. Semakin ditarik keluar ekuitas akan negatif.

Lain halnya jika tahun 2018 dan 2019 kita untung, tapi 2020-2021 kita rugi karena virus Corona. Ini adalah situasi biasa karena semua orang terkena dampaknya. Intinya adalah fokus pada sejarah. Banyak aplikasi memberi.

Tips menghindari ekuitas negatif berikut ini tidak hanya didasarkan pada teknikal dalam analisis saham. Karena ini sangat berbahaya. Namun saham sering dikaitkan dengan fundamental.

Bisa jadi ketika harga saham naik, meskipun ekuitas mulai melemah, itu adalah salah satu cara tunai yang besar untuk keluar dari saham. Oleh karena itu, meskipun Anda selalu berdasarkan fakta, sesekali fokuslah pada dasar-dasar untuk menghindari risiko kejatuhan yang mendalam.

Kesalahan Fatal Investor

Namun ada juga yang masih melakukan kesalahan fatal. Meski ada dokumentasi khusus bahwa emiten memiliki ekuitas negatif, ia tetap membeli saham tersebut. Biasanya karena kenaikan harga saham.

See also  Apakah Saham itu Haram? Begini Menurut Fatwa MUI

Sayangnya investor memahami ekuitas negatif dengan pentingnya kerugian. Ini tidak masuk akal. Membeli saham dengan tanda-tanda bahwa mereka akan masuk klasifikasi dokumentasi khusus berbahaya, terutama karena itu jelas jurang.

Jika Anda memasukkan penerbit yang kehilangan uang tunai, itu bagus. Misalnya, ketika Lo Kheng Hong masuk GJTL, seperti yang kita tinjau, kondisinya buruk. Tapi setelah itu bisa membuat keuntungan. Ini adalah situasi yang berbeda. Tetapi jika Anda membeli penerbit ekuitas minus, itu sama saja dengan bunuh diri.

Jika Anda bingung emiten mana saja yang masuk dalam golongan merah, Anda bisa mengunjungi idx.co.id. Selalu ada daftar beberapa emiten yang memiliki dokumentasi khusus, biasanya melalui kode E. Informasinya selalu di-refresh menjelang akhir bulan.

Masalahnya, dari sekitar 700 emiten yang diperdagangkan, biasanya ada sekitar 80 yang memiliki dokumentasi khusus. Atau sekali lagi sekitar 10%. Lebih jauh lagi, mungkin dokumentasi yang paling dikenal luas berkaitan dengan ekuitas minus.

Check Also

Nonton Bokeh Vimeo Bokeh Museum Terbaru 2022

Nonton Bokeh Vimeo Bokeh Museum Terbaru 2022

utavoice.id – Tonton Bokeh Vimeo Museum Bokeh – Tonton Bokeh Vimeo Museum Bokeh dapat digunakan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.