Inilah Waktu Yang Tepat Menjual Saham ?

Inilah Waktu Yang Tepat Menjual Saham ?utavoice.id – Kapan Jual Saham Setelah sebelumnya kita membahas kapan harus membeli saham, kali ini kita akan survei kapan harus menjual. Karena terkadang banyak yang bingung saat saham naik, apakah akan menjual sekarang atau menunggu sampai cost memuncak.

Oleh karena itu kami menginginkan strategi yang tepat. Jika melenceng maka akan berakibat ratapan, karena ternyata biaya turun, keuntungan di depan mata hilang. Apa yang kami katakan berdasarkan pengalaman.

Kenali Karakteristik Saham Anda

Sebelum memutuskan untuk menjual, kenali karakteristik saham yang Anda miliki. Apakah Bluechip, Second Liner, atau saham gorengan. Karena dari masing-masing kita ketahui potensi kenaikannya. Tidak lupa risikonya.

Kedua sektor saham tersebut. Ada jenis saham yang hanya naik turun saja, tidak reli. Kalau sudah naik, nanti turun. Naik turun lagi. Contoh HRTA. Maka sektor sangat berpengaruh terhadap teknik menjual.

Prinsip Kapan Waktu Menjual Saham

Apapun tipe Anda di pasar modal, Anda harus mengenali prinsip-prinsip dalam menjual saham. Pertama, sell on good news. Ini penting sekali. Jangan terbalik. Ketika ada berita bagus, sudah pasti saham akan naik, di situlah kapan waktu menjual saham yang tepat.

Tapi meskipun good news, perhatikan beritanya. Ada berita bagus yang menyebabkan harga saham akan reli. Contoh kasus covid-19, harga saham kesehatan pasti reli. Maka jual ketika sudah keluar berita bagus (covid mereda).

Ada yang satu lagi jenis berita yaitu isu. Biasanya akan melonjak sesaat. Tapi kalau memang belum jelas isunya, atau masih simpang siur, lebih baik jual ketika itu. Contoh ketika isu penjualan LINK ke investor baru, saham melonjak. Jual saja, karena setelah itu beritanya mereda.

See also  (Leaked) Link Viral Video Primark Video On Twitter 2022

Kedua, be fearful when orthers are greedy. Ini juga mirip dengan yang pertama, tapi yang kedua lebih cenderung kepada aspek psikologis. Ketika orang lain sedang mengalami ejakulasi kesenangan karena kenaikan, saat itulah kita harus menjual. Kalau di stockbit (medsos investor saham), semua update status terkait kenaikan saham tersebut.

Ketiga, lihat chart saham tersebut selama beberapa tahun ke belakang. Lihat saja mana puncaknya. Secara psikologis mayoritas akan merasa di situlah banyak orang akan menjual. Memang demikian. Kalau tidak ada isu jangka panjang, sudah bisa dipastikan banyak yang distribusi. Saat itulah Anda harus rela untuk melepaskan.

Keempat, Sesuaikan dengan target Anda. Ingat titik tolaknya kenaikan saham adalah adalah isu dan good news. Tidak mungkin sepanjang tahun good news selalu keluar. Maka pasang target saja. Di angka ini saya akan lepas setelah melihat chart.

Kalau kami punya kebiasaan, jika chart melihatkan bahwa puncaknya ada di 1500, maka kami akan lepas 1400. Ternyata tembus 1500, kami tidak masalah. Itu sudah menjadi target kami. Menganalisa saham baru untuk dibeli. Pasang target tertentu.

Saham Harus Dijual Jika Mencapai Target

Kelima, senaik apapun saham jika belum dijual belum realisasi keuntungan. Meskipun di portofolio Anda naik 100%, tapi belum dijual, itu artinya belum untung. Ingat kasus jiwasraya, rata-rata sahamnya rontok, tok, tok. Mungkin dulu pernah naik sekian persen. Tapi masalahnya belum dijual, sama saja.

Keenam, teknik yang kami tetapkan bukan untuk trader harian. Teknik demikian tidak akan manjur, karena dengan teknik ini Anda mengalami penurunan sekian persen, sebelum naik sekian persen. Trader mingguan juga tidak cocok. Kalau model harian dan mingguan lebih baik menggunakan analisa teknikal.

See also  Link Terbaru Full HD 103.194.l50.204 Bokeh 2022

Terakhir, kapan waktu menjual saham yang tepat adalah menjelang penutupan IHSG. Anda pasti sering melihat tren saham akan naik atau turun biasanya di akhir sesi satu, atau menjelang penutupan. Esoknya berbalik arah, bisa tajam, atau sangat tajam sekali. Ketika merasa tren sedang naik dan sudah hampir puncak, kami biasa menjualnya.

Inilah trik ketika ada kesempatan untuk menjual saham yang tepat. Faktanya, semuanya sangat tergantung pada gaya, jenis dana yang digunakan, bahkan dari aspek sentimen di pasar modal yang berputar.

Jadi, jika sentimen buruk terus hadir, seperti selama periode Covid-19, jika Anda ditanya kapan waktu yang tepat untuk menjual saham, jelas lebih baik untuk menjual bahkan jika Anda kehilangan sedikit sebelum turun sangat dalam.

Check Also

Tips Cara cepat mencairkan bunga es di kulkas, hanya butuh 10 menit

Tips Cara cepat mencairkan bunga es di kulkas, hanya butuh 10 menit

utavoice.id – Banyak lemari es modern yang dilengkapi dengan berbagai inovasi trend setting. Misalnya, pendingin …

Leave a Reply

Your email address will not be published.